top of page

Pramoedya Ananta Toer dan Jenderal Soemitro

Setelah tahu siapa Pramoedya, Jenderal Soemitro mengizinkannya menulis lagi. Pramoedya menyebutnya karena tekanan dunia internasional. Lahirlah tetralogi Pulau Buru.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 2 Mei 2018
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 18 Apr

DALAM perjalanan pulang dari Konferensi Tingkat Tinggi Nonblok IV di Aljazair pada 1973, Pangkopkamtib (Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) Jenderal TNI Soemitro singgah di Paris dan Belanda. Dia bertemu dengan orang-orang asing dari Prancis, London, dan Belanda. Mereka menanyakan soal tahanan politik terutama Pramoedya Ananta Toer yang ditahan di Pulau Buru, Kepulauan Maluku.


Soemitro mengaku tak tahu siapa Pramoedya, kecuali dia anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Setelah orang-orang asing menanyakannya, Soemitro pun baru menyadari kalau Pramoedya adalah pengarang yang mendapat pengakuan di dunia internasional.


“Saya merasa bangga mendengarnya, walaupun saya tahu bahwa dia itu anggota Lekra, ada afiliasi dengan PKI,” kata Soemitro dalam memoarnya, Soemitro dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib karya Ramadhan KH.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Daerah konflik jadi penempatan Sudiro sejak awal menjadi pejabat. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
bg-gray.jpg
Masyarakat Betawi telah memiliki tradisi literasi. Bahkan, mereka sudah mengenal penyewaan naskah.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
transparant.png
bottom of page