top of page

Saat Jakarta Sunyi Karena Pendemi

Jakarta yang terbiasa dengan hingar-bingar kini takluk oleh pendemi Covid-19. Virus yang sudah mewabah di ratusan negara ini membuat Jakarta seakan berhenti berdetak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang warga di tengah sunyi pertokoan yang tutup karena Covid-19 di Jakarta. (Fernando Randy/Historia).

24 Mei 2020
2 menit membaca

Diperbarui: 27 Jul

DALAM catatan sejarah, negeri ini tak sekali ini menerima pandemi. Tahun 1918, Indonesia (dulu Hindia Belanda) dilanda oleh flu Spanyol yang menyebabkan kematian hingga 1,5 juta jiwa. Tahun sebelumnya, wabah penyakit pes sudah lebih dulu meluluhlantakkan mengganas di seantero Jawa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page