Diperbarui: 11 Okt
SEJARAWAN Rushdy Hoesein mengenang Achmad Wiranatakusumah sebagai sosok yang menyenangkan. Sebagai narasumber sejarah, Achmad hampir tak pernah menyimpan rahasia tentang segala sesuatu yang pernah dialami dalam hidupnya. Terutama yang terkait dengan kiprah menak Sunda itu di era revolusi.
“Saya ingat sebulan sekali dia kerap mengundang saya untuk sekadar sarapan pagi sambil bercerita di sebuah hotel di Jakarta,” ujar Rushdy.
Kendati seorang priayi, Achmad dikenal sebagai seorang egaliter. Lahir di Bandung pada 11 Oktober 1925, putra pertama dari Dalem Bandung R.A.A. Haji Muharam Wiranatakusumah dengan Raden Ayu Sangkaningrat itu sejak remaja bergaul dengan siapa saja tanpa memilah-milah kasta. Bisa jadi itu disebabkan oleh pengaruh sang ibu yang seorang nasionalis sekaligus tokoh perempuan Sunda yang merakyat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















