Diperbarui: 9 Agu
ROHIDIN menunjuk ke sebuah tebing yang masih ditutupi hutan lebat. Mulutnya tak henti bercerita dalam bahasa Sunda.Tahun 1947, dia adalah seorang prajurit TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang masuk dalam Batalyon 22 Brigade Guntur Divisi Siliwangi pimpinan Mayor Soegih Arto yang kompinya ditempatkan dalam wilayah Gunung Halu (sekarang masuk Kabupaten Bandung Barat).
“Batalyon kami memang dibenci sekaligus ditakuti tentara Belanda. Mereka tak henti-hentinya berusaha menghancurkan kami dan menangkap Pak Soegih, pimpinan kami” kata lelaki berusia 103 tahun itu.
Memasuki bulan Oktober 1947, isu bertiup keras bahwa dalam waktu dekat militer Belanda akan menyerang Gunung Halu. Alih-alih menjadi keder, isu tersebut ditanggapi secara dingin oleh Rohidin dan kawan-kawan. Mereka sudah terbiasa dengan perang urat syaraf yang dalam kenyatannya kadang hanya gertak sambal belaka.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















