top of page

Kado Berdarah Buat Siluman Merah

Pertempuran Batalyon Siluman Merah melawan militer Belanda di selatan Bandung.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tim artileri Belanda menembak kedudukan gerilyawan Republik di pinggiran Bandung pada 1947. (Arsip Nasional Belanda)

4 Apr 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 11 Okt

SEKIRA awal 1947, tersebutlah sebuah warung kecil di Soreang (sekarang menjadi ibu kota Kabupaten Bandung). Letaknya yang dekat jembatan Citarum menjadikan warung tersebut kerap dikunjungi para serdadu Belanda yang melintas di sana. Mereka bukan saja menjadikan warung yang dikelola sepasang suami isteri yang sudah uzur itu sebagai tempat makan, tetapi juga tempat yang sangat enak untuk bercengkrama dan melepas lelah sehabis melakukan patroli ke pelosok.


Tanpa dinyana oleh para serdadu itu, Kapten Achmad Wiranatakusumah (Komandan Batalyon 26 Divisi Siliwangi) kerap menyambangi juga warung itu. Tujuannya mematai-matai secara langsung gerik-gerik musuh. Tentu saja kehadiran Achmad di sana dalam samaran. Dia berperan sebagai asisten pemilik warung tersebut.


Berbulan-bulan lamanya, Achmad berlaku sebagai telik sandi. Hingga sampailah suatu hari dia meminta kakek dan nenek itu untuk menyingkir selamanya dari warung itu. Setelah membayar harga warung beserta seisinya dengan harga yang mahal, Achmad kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk memindahkan sepasang orang tua itu ke tempat yang lebih aman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page