top of page

Tentara Belanda Terpukul di Barutunggul

Upaya serdadu Belanda menembus pertahanan Batalyon Siluman Merah Divisi Siliwangi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara Belanda di Ciwidey. (Nationaal Archief).

31 Mei 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 23 Jun

JALUR menuju Perkebunan Rancaupas itu dikenal orang-orang Ciwidey sebagai Tikungan Punceuling Barutunggul. Di sisi kirinya, nampak dataran tinggi dipenuhi pepohonan, sementara di sisi kanan jurang dalam terlihat menganga. Jarang orang yang tahu, jika 74 tahun yang lalu di tempat tersebut pernah terjadi banjir darah.


“Kurang lebih satu peleton tentara Belanda habis kami sikat,” ungkap Uweb (98) kepada saya pada 2019.


Uweb merupakan sisa-sisa saksi hidup peristiwa itu. Selama Perang Kemerdekaan (1946-1949) dia adalah salah satu prajurit Batalyon ke-26 yang lebih dikenal sebagai Pasukan Siluman Merah. Di lingkungan Divisi Siliwangi, Pasukan Siluman Merah merupakan bagian dari Brigade II Guntur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page