top of page

Sepenggal Cerita tentang Sekolah Rakyat di Masa Lalu

Sebelum SD, sekolah dasar disebut Sekolah Rakyat sedari zaman Jepang. Di zaman Belanda, sebutannya Volksschool dan statusnya lebih rendah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sekolah Rakyat Padang Panjang, Sumatra Barat pada awal abad ke-20. (Repro Prisoners at Kota Cane).

24 Mar 2025
2 menit membaca

Diperbarui: 7 Jan

DEMI mewujudkan pendidikan yang bisa dinikmati semua anak Indonesia, pemerintah berencana mengadakan dua jenis sekolah baru: Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat. Sekolah Garuda adalah sekolah unggulan, sementara Sekolah Rakyat adalah sekolah gratis untuk anak kurang mampu.


Kendati berbeda, Sekolah Rakyat merupakan istilah yang tak asing di telinga sebagian masyarakat. Istilah tersebut mengingatkan pada masa lalu.


Dulu, Sekolah Rakyat (SR) menjadi sebutan untuk Sekolah Dasar (SD). Itu dimulai sejak zaman pendudukan Jepang. Di era sebelumnya, Hindia Belanda, penyebutan untuk sekolah dasar adalah Volkschool.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page