top of page

Serba-serbi Hewan Kesayangan Michael Jackson (Bagian I)

Michael Jackson punya koleksi 130 fauna eksotis. Salah satunya pernah bikin kesal Freddie Mercury.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Michael Joseph Jackson suka binatang sejak muda. (michaeljackson.com).

25 Jun 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 28 Mei

SANG “Raja Pop” Michael Jackson mengembuskan nafas terakhirnya pada 25 Juni 2009 akibat malapraktik dokter pribadinya. Ia tak hanya meninggalkan keluarga tapi juga warisan beraneka properti, termasuk kebun binatang di Neverland Ranch.


Neverland Ranch merupakan properti yang bukan sekadar kediaman mewahnya. Di properti yang dimiliki Michael sejak 1988 itu juga terdapat taman hiburan dan kebun binatang tempat Michael mengoleksi sejumlah hewan peliharaannya. 


Michael mengoleksi setidaknya 130 fauna eksotis dari 50 spesies berbeda. Di  antaranya enam ekor jerapah, seekor beruang, 20 burung langka, tiga ekor gajah, empat harimau, tujuh kera, dan tiga simpanse. Hampir semua fauna malang itu tidak diketahui nasibnya setelah Neverland Ranch terbengkalai sampai kemudian penulis dan aktor Ross Kemp menguliknya via dokumenter Searching for Michael Jackson’s Zoo with Ross Kemp (2022). Beberapa mantan pelatih kebun binatangnya dan pakar primata yang pernah rutin mengecek kebun binatang itu diwawancarainya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page