top of page

Sersan Zon Memburu Panglima Polim

Tak hanya Panglima Polim, sultan Aceh adalah buruan Sersan Zon juga.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Panglima Polim, salah satu panglima perang Kesultanan Aceh. Diburu pasukan Sersan Zon. (Ilustrasi: Yusuf "Gondrong"/Historia)

  • 23 Jan 2024
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul

SEKITAR akhir tahun 1902, sultan Aceh dan Panglima Polim sedang bersembunyi di daerah Gayo. Kala itu Aceh dan sekitarnya adalah Daerah Operasi Militer (DOM) daripada tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) yang ingin segera mengakhiri Perang Aceh (Atjeh Oorlog) nan berkepanjangan itu.


Keinginan untuk segera mengakhiri itu membuat pasukan Marsose (pasukan anti-gerilya Belanda nan elit dan kejam) di bawah Pembantu Letnan Hans Christoffel sering dikerahkan ke Gayo untuk berpatroli. Selain pasukan Christoffel, pasukan dari Kapten Colijn juga diperintah berpatroli di sana.


“Kapten Colijn dapat mengetahui dalam bulan Juni tempat persembunyian Panglima Polim. Maka dikejarnyalah panglima itu ke tempatnya itu,” kata L.F. van Gent dalam buku Nederland-Ambon.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Film Gundala berbeda dengan versi komiknya. Tak ada kesan Yogyakarta, latar belakangnya sangat Jakarta.
Film Gundala berbeda dengan versi komiknya. Tak ada kesan Yogyakarta, latar belakangnya sangat Jakarta.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Serambi rumah menjadi tempat favorit penduduk Batavia untuk bercengkerama. Di tempat ini pula keributan hingga perkelahian kerap terjadi di antara tetangga dan pasangan suami istri.
Serambi rumah menjadi tempat favorit penduduk Batavia untuk bercengkerama. Di tempat ini pula keributan hingga perkelahian kerap terjadi di antara tetangga dan pasangan suami istri.
transparant.png
bottom of page