top of page

Setengah Abad Planetarium dan Observatorium Jakarta

Sukarno menyadari bangsa Indonesia dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain melalui pengembangan sains.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Planetarium dan Observatorium Jakarta. (Gunawan Kartapranata/Wikimedia Commons).

30 Apr 2019
4 menit membaca

INDONESIA mempunyai sejarah panjang dalam penyelidikan ilmiah dunia astronomi. Bermula dari pendirian observatorium Mohr di Batavia sebagai observatorium pertama di Hindia Timur pada pertengahan abad ke-18 sampai kepada kegiatan observatorium Bosscha pada 1923.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page