top of page

Singapura Tak Terima KRI Usman Harun

Usman dan Harun dihukum mati di Singapura, jadi pahlawan di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Usman alias Janatin (berseragam) dan Harun alias Tohir (kiri atas). MacDonald House di Orchard Road, Singapura (kanan).

6 Feb 2014
2 menit membaca

Diperbarui: 10 Mar

Angkatan Laut Republik Indonesia berencana menamai salah satu kapal barunya KRI Usman Harun. Pemerintah Singapura pun protes, menganggap penamaan itu akan melukai perasaan rakyat Singapura, terutama keluarga korban pengeboman MacDonald House pada 1965.


Pada 10 Maret 1965, pukul 15.07, bom meledak di gedung Hongkong and Shanghai Bank atau dikenal dengan MacDonald House di Orchard Road, Singapura, tujuh menit setelah bank tutup kendati karyawannya masih menyelesaikan pekerjaan. Bom seberat 9-11 kg berbahan nitrogliserin itu diletakkan di dekat lift. Tiga orang tewas, dan setidaknya 33 orang lainnya luka-luka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page