top of page

Aksi Menolak Soeharto Pahlawan Nasional

Sejumlah aktivis menggelar aksi menolak pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Aktivis KontraS, Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65), dan mahasiswa beraksi menolak Soeharto sebagai Pahlawan Nasional di halaman gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, 12 Juni 2014. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

13 Jun 2014
2 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

PULUHAN aktivis dan korban Orde Baru berkumpul di halaman gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat (12/6/2014). Mereka melakukan aksi memprotes janji politik calon presiden Prabowo Subianto yang akan memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page