top of page

Sosok di Balik Corong AD dalam Dokumen Rahasia AS

Djojopranoto memimpin harian Angkatan Bersendjata yang menjadi mesin propaganda Angkatan Darat dalam memberitakan Peristiwa 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Harian Angkatan Bersendjata dan Berita Yuda merupakan media Angkatan Darat.

24 Okt 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 5 hari yang lalu

PADA 1967, Elliot Haynes, ketua Business International Corporation (BIC), menemui 40 tokoh Indonesia untuk mendiskusikan mengenai kemungkinan investasi modal asing di Indonesia. Hasil pertemuannya dituangkan dalam tulisan bertajuk “Elliott Haynes ‘Indonesian Diary’”, satu dari 39 dokumen rahasia AS yang telah dideklasifikasi pada 17 Oktober 2017.


Salah satu tokoh penting yang ditemui Heynes adalah Kolonel Inf. Djojopranoto S, BA. Pertemuan berlangsung pada sore hari tanggal 27 November 1967 di Jalan Medan Merdeka 13, Jakarta. Dalam tulisannya, Haynes menyebut Djojopranoto sebagai pemimpin redaksi harian Angkatan Bersendjata merangkap anggota parlemen untuk keamanan, pertahanan, dan urusan luar negeri.


“Kolonel [Djojopranoto] pemimpin redaksi surat kabar yang merupakan juru bicara resmi untuk seluruh militer. Dalam skala nasional memiliki sirkulasi 40.000 tiras sedangkan terbitan lokal mencakup 200.000 tiras. Terbitan ini masuk ke tentara, polisi, dan veteran,” tulis Heynes.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page