top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sultana Tak Suka Permata

Ayah dan suaminya gemar pada permata. Sultana Safiatuddin pun harus negosiasi harga permata pesanan suaminya dengan Belanda untuk menjaga kas kerajaan.

22 Feb 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Taman Sultana Safiatuddin di Aceh. (Sri Mulyani/Historia.ID).

SULTAN Iskandar Muda gemar permata. Selain simbol kekuasaan dan kekuatan, permata dipercaya memiliki kesaktian. Permata juga merefleksikan kejayaan dan kekayaan kerajaan. Sultan mempekerjakan lebih dari 300 pandai emas, dan secara pribadi memiliki tiga berlian besar seberat antara 12–20 karat, beberapa batu manikan, dan sebuah zamrud yang diperoleh ketika menaklukkan Perak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Riwayat Konglomerat Dasaad

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.
Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.
bottom of page