top of page

Surat Perintah yang Terlupakan

Surat perintah susulan dari Presiden Sukarno diterbitkan untuk merevisi Supersemar. Keberadaannya juga samar-samar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno berbincang dengan A.H. Nasution, J. Leimena, Susanto Tirtoprodjo, dan Soebandrio selama resepsi Iduladha di Istana Negara tahun 1963. (ANRI).

18 Mar 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Des 2025

SETELAH menerima Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Supersemar, Letjen TNI Soeharto langsung bikin kejutan. Dengan Surat Keputusan Presiden No. 1/3/1966 tertanggal 12 Maret 1966, Soeharto atas nama Presiden Sukarno mengeluarkan perintah pertamanya: membubarkan PKI. Radio Republik Indonesia sejak siarannya yang pertama mengudara pukul 06.00 pagi memberitakan keputusan ini seharian penuh.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page