top of page

Tentang Tiga Tokoh Pemberontakan Kapal De Zeven Provincien

Paradja menjadi nama batalion pada masa revolusi. Jejak Julian Hendrik nyaris tak terlacak. Kawilarang menjadi nakhoda kapal perang kebanggaan Kerajaan Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pahlawan Kapal Tudjuh di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan. (Nugroho Sejati/Historia.ID)

29 Agu 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 5 Feb

MARTIN Marseha Paradja, salah satu tokoh pemberontakan kapal De Zeven Provincien, merupakan putra seorang pendeta di Timor yang berasal dari Pulau Sabu. Walaupun dia berasal dari keluarga terdidik, tapi tidak terlepas dari sejarah kampungnya di Messara, satu-satunya kampung yang berperang dengan Belanda pada 1905 di bawah pimpinan Mola Mone.


“Agaknya sisa-sisa kebencian pada Belanda itu sudah tertanam sejak masa kecil, walau dia sendiri bekerja di Angkatan Laut Belanda,” kata Peter A. Rohi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page