Diperbarui: 29 Sep
SUATU hari, Ghulam Ali, serdadu India Muslim dari Brigade Infantri I Divisi India ke-23, dan kawan-kawannya berpatroli ke kampung-kampung. Mereka mendapati rumah-rumah penduduk yang kosong. Penghuninya mengungsi ke luar Jakarta. Seketika Ghulam Ali terharu begitu melihat tulisan bismillahirochmanirrohim di pintu rumah dan menemukan Al-Qur’an di dalam rumah-rumah penduduk. Belakangan, Ghulam Ali dan kawan-kawannya diberitahu orang-orang India Muslim yang telah lama tinggal di Indonesia bahwa sebagian besar penduduk Indonesia adalah Muslim.
“Di situlah awal-mula mereka desersi. Mereka berbalik bukan membantu tentara Inggris melucuti tentara Jepang, tapi bergabung dengan tentara Indonesia,” kata Firdaus Syam, dosen Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta, kepada Historia. Firdaus Syam menulis buku Peranan Pakistan di Masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia.
Komunitas India yang tergabung dalam Himpunan Keluarga (HK) memainkan peranan dalam pembelotan tentara-tentara itu. “Bagi mereka haram untuk memerangi saudara sendiri dalam konteks seiman Islam. Hal ini beberapa kali dipertegas ketua HK,” kata Yuanita Aprilandini, dosen sosiologi Universitas Negeri Jakarta yang menulis tesis tentang diaspora India, kepada Historia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















