top of page

Terowongan Kuno di Bawah Bendungan

Teknologi pembangunan terowongan sudah dikenal masyarakat Bali Kuno. Tapi kenapa ada yang gagal?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Terowongan kuno yang ditemukan di area proyek Bendungan Tamblang, Buleleng, Bali. (Dok. Balai Arkeologi Bali).

6 Mar 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Mei

PROYEK Bendungan Tamblang di Buleleng, Bali yang masih berjalan kelak akan memenuhi kebutuhan irigasi. Pada masa lalu pernah ada pembuatan saluran irigasi di tempat yang sama. Terowongan air kuno itu ditemukan di bawah poros fondasi utama Bendungan Tamblang.


Tim peneliti Balai Arkeologi Bali sudah meninjau terowongan kuno itu pada 8 Desember 2020. Peneliti mencatat terowongan itu memiliki lebar 70 sentimeter dan tinggi 170 sentimeter. Ada banyak ceruk kecil di dinding terowongan. Kemungkinan dulu digunakan sebagai tempat menaruh sumber penerangan selama proses pembangunan. Agaknya sedimen sudah masuk ke dalam lubang terowongan yang berada di tebing tepi Sungai Aya itu.


Keberadaan terowongan air di proyek Bendungan Tamblang menambah penemuan sistem irigasi peninggalan masa Bali Kuno. Balai Arkeologi Bali memperkirakan terowongan kuno itu merupakan peninggalan abad 11. Mereka mengambil rujukan dari Goa Raksasa yang memiliki kemiripan dimensi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page