top of page

The Doctor on the Death List

Dr. Soesilo, a malaria specialist who was appointed as the Health Inspector. His life ended tragically at the hands of the Japanese.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration of dr. Soesilo. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

14 Nov 2022
14 menit membaca

SOEMARNO Sosroatmodjo, a practicing doctor at a hospital in Kandangan, South Kalimantan, took leave from his job and went to visit Banjarmasin. Along with his family, he stayed at the house of R. Sosrodoro Djatikoesoemo, a private doctor. One day, in the middle of a conversation, someone came to Soemarno and Sosrodoro delivering a letter they found out later to be a circular requesting for donation as the Christmas gift for the Dutch who were interned by the Japanese.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page