top of page

The History of Herbal Medicine in Nusantara

Herbal remedies are the oldest medicine. This natural treatment is now making a comeback as a favorable alternative.

loading_historia_white.gif
transparant.png

A Javanese woman preparing medicine or potion. (KITLV).

20 Nov 2023
6 menit membaca

THE lush white house looks exquisite, with neatly-arranged plants filling its 1,000 meter square land. Most of the plants there are labeled with their respective names and properties. A pharmacy stands right in front of the entrance, while an acupuncture practice room can be found inside the house. The place, known as Taman Sringanis or Sringanis Garden, was founded by writer Putu Oka Sukanta and his wife Endah Lasmadiwati. It is located in Kampung Cimanengah 29, Cipaku, South Bogor, and is open to anyone who is interested in herbal medicine.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page