top of page

Tinju Srimulat yang Mengocok Perut

Tidak hanya di atas panggung, barisan pelawak Srimulat acap mengocok perut penontonnya di gelanggang tinju.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi tinju Srimulat. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

17 Feb 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Des 2025

KOMBINASI olahraga dan hiburan (sportainment) sudah sangat lumrah dibuat sebagai tontonan untuk mengusir kebosanan. Di gelanggang tinju, Muhammad Ali sudah memulainya pada 1960-an. Sementara di Indonesia, grup Srimulat ikut meramaikannya sejak 1980-an.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page