top of page

Unilever in Indonesia: Surviving Through Challenging Times

By using the strategy of transferring shares, Unilever survived nationalization in Indonesia. However, it was quite different during the Confrontation era.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Employees operating a soap cutter at the Unilever factory in Angke, Jakarta, September 27, 1951. (ANRI).

23 Sep 2024
4 menit membaca

UNILEVER'S head office in London, England had been informed about the planned nationalization of all Dutch companies in Indonesia in November 1957. Unilever Indonesia, which was established on December 5, 1933, was also vulnerable to nationalization as the Dutch British joint venture was majority Dutch-owned with headquarters in Rotterdam.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page