- 16 Feb 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 Jul
KEMERDEKAAN dipertahankan tidak hanya oleh pejuang dengan senapan tapi juga oleh seniman. Mereka menggunakan karya seni –lukis, sastra, teater, dan musik– sebagai media perjuangan. Beragam karya seni pun lahir selama masa revolusi yang mengekspresian perjuangan melawan Belanda.
Kesenian yang paling merakyat sehingga efektif untuk menyampaikan pesan perjuangan adalah wayang. Oleh karena itu, Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia (BKPRI) dalam Kongres Pemuda II pada 8–9 Juni 1946 di Yogyakarta, memutuskan akan ambil bagian dalam penerangan kepada rakyat yang sebagian besar masih buta huruf. Tujuannya agar rakyat mengerti akan perjuangan kemerdekaan.
“Salah satu sarana penerangan yang akan dipakai ialah wayang modern (karton) yang pada waktu itu disebut Wayang Merdeka,” tulis Tashadi, dkk. dalam Partisipasi Seniman dalam Perjuangan Kemerdekaan di Jawa Timur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















