top of page

Yang Muda yang Keliling Dunia (Bagian II)

Dari lima pemuda Indonesia yang keliling dunia, cuma satu yang tuntaskan mimpinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Saleh Kamah, salah satu pemuda yang berkeliling dunia dengan sepeda, disambut warga di Yogyakarta dengan kalungan bunga, (Dok. Iwan Satyanegara Kamah, keponakan Saleh Kamah).

22 Jul 2018
4 menit membaca

Diperbarui: 18 Mei

SEBUAH sedan merek Studebaker meluncur pelan ke halaman Istana Negara. Penumpangnya empat orang: tiga pemuda dan seorang lelaki tua. Sedan berhenti di dekat anak tangga Istana. Penumpangnya turun dan menuju sebuah ruangan.


Lukisan Pangeran Diponegoro menunggang kuda terpajang di dinding salah satu ruangan Istana. Dua orang pemuda lain telah lebih dulu hadir di sana.


Mereka adalah Saleh Kamah dan Damardjati, pemuda Indonesia yang berhasrat keliling dunia naik sepeda. Sedangkan para penumpang mobil Studebaker terdiri atas Rudolf Lawalata, Abdullah Balbed, dan Sudjono, anak muda yang berkehendak jelajah dunia dengan jalan kaki. Mereka ditemani Tjokrodiningrat, petugas protokoler DKI Jakarta suruhan Walikota Sudiro.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page