- 21 Jul 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 18 Mei
TAHUN-tahun belakangan ini, sejumlah usaha ritel terkenal menutup gerainya di Indonesia. Analisis bisnis menduga perubahan tren belanja sebagai penyebabnya. Generasi milenial, terlahir antara 1980 dan 1990, lebih memilih belanja pengalaman baru dengan menjelajah tempat-tempat asing di antero bumi ketimbang berbelanja ritel. Hasrat seperti itu pernah ngetren di Indonesia pada 1950-an.
Rudolf Lawalata, pemuda kelahiran 1930 asal Maluku, punya hasrat mengelilingi dunia dengan berjalan kaki. Dia ingin memperkenalkan Indonesia kepada warga dunia. Pada tiap jengkal tanah tempatnya bertapak di negeri asing, dia akan tancapkan bendera merah putih.
“Di samping dia sendiri juga ingin menambah pengalaman-pengalaman di luar negeri nantinya,” tulis Aneka, 1 Desember 1954.
Orang-orang sekitarnya sempat terperanjat dan menganggap Lawalata gila. Ah, kau pergi untuk mati, kata seorang saudaranya. Mereka tak berkenan dengan impian Lawalata. Apalagi Lawalata sudah beranak dua dan beristri satu. Istrinya pun lagi hamil tujuh bulan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















