top of page

20 Januari 1946: Tentara Jepang Dipukul Mundur ke Medan

Jepang menyerah kepada Sekutu. Rakyat Aceh berusaha melucutinya dan memukul mundur ke Medan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Polisi Militer Belanda menangkap tentara Jepang yang membelot ke Indonesia di Medan. (Nationaal Archief).

20 Jan 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 20 Jan

BERITA menyerahnya Jepang kepada Sekutu cukup mengejutkan sejumlah pemimpin Aceh, khususnya yang bekerja sama dengan Jepang. Tersiar pula kabar pasukan Sekutu akan tiba di Aceh untuk merampas senjata Jepang dan mengembalikan mereka ke negerinya. 


Rakyat Aceh lebih dulu merampas senjata Jepang dengan penuh perjuangan. Jepang menolak menyerahkannya lantaran terikat kesepakatan dengan Sekutu. Amran Zamzami dalam Peranan Rakyat Aceh dalam Perang Kemerdekaan 1945–1949 menulis, perampasan senjata di sejumlah tempat meninggalkan korban jiwa dari pihak Aceh. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page