top of page

200 Tahun, Pasar Baru Terus Melaju

Memasuki usia 200 tahun Pasar Baru dihadapkan pada tantangan baru untuk bertahan bersama pandemi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasar Baru yang kini sudah berusia 200 tahun. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

10 Jan 2021
2 menit membaca

Perdagangan di pasar mungkin salah satu aktivitas tertua manusia. Di Nusantara, catatan tentang itu terlihat dalam relief Karmawibhangga panil 1 di Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Relief candi dari abad ke-10 M itu menggambarkan ramainya suasana pasar. Berbagai macam orang dan jenis barang bersua di pasar.


Suasana Pasar Baru tempo dulu. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana Pasar Baru tempo dulu. (Fernando Randy/Historia.id).

Seiring waktu, pasar berkembang di berbagai tempat. Sebagian di antaranya masih bertahan berabad lamanya. Di Jakarta, pasar semacam itu terletak kawasan di Jakarta Pusat. Bernama Pasar Baru, pasar ini merupakan pasar tertiga tertua di Jakarta setelah Pasar Senen dan Tanah Abang.


Pasar ini mempertemukan orang-orang dari berbagai ras di Batavia. Mulai warga Tionghoa, India, Eropa, sampai Melayu berdagang di Pasar Baru.


Beberapa toko tersebut masih bertahan. Sebagai contoh, toko Lee Ie Seng. Toko ini berdiri sejak 1873 dan menjual berbagai perlengkapan sekolah dan alat jahit.


Suasana Pasar Baru tempo dulu. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana Pasar Baru tempo dulu. (Fernando Randy/Historia.id).

Lee Ie Seng salah satu toko tertua di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Lee Ie Seng salah satu toko tertua di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).

Memasuki usianya yang sudah 200 tahun, tempat yang dulu bernama Passer Baroe ini terus menghadapi berbagai tantangan. Munculnya berbagai tempat belanja baru hingga bencana kebakaran yang berulang kali menimpa adalah sebagian dari percikan yang terjadi disana.


Namun, itu semua nyatanya masih mampu diatasi oleh daerah yang ujung selatannya berbatasan langsung dengan Gedung Kesenian Jakarta tersebut.


Suasana Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).

Aktivitas di Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).
Aktivitas di Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).

Para pengunjung saat berbelanja di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pengunjung saat berbelanja di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).

Berbagai pedagang di Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).
Berbagai pedagang di Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).

Tantangan terberat bagi Pasar Baru sekarang adalah Covid-19. Sama seperti kawasan belanja lain, toko-toko di Pasar Baru mulai sepi pengunjung. Tukang bajaj yang biasa mangkal di sana pun kehilangan penumpang.


“Wah sepi sekali saat ini, baik akhir pekan maupun hari biasa. Lihat saja toko itu sudah tutup tidak bisa bertahan lagi,” ujar Rohman (63), salah satu tukang bajaj yang telah puluhan tahun mangkal di Pasar Baru.


“Bukan hanya itu, sekarang para tukang bajaj seperti saya pun susah mencari penumpang. Dulu siang begini sudah bisa bawa 7-8 penumpang. Sekarang sehari 2 penumpang saja sudah bagus,” lanjutnya.


Suasana Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).

Para pedagang di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pedagang di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).

Melihat kondisi Pasar Baru terkini memang bukan seperti biasanya. Namun, keyakinan agar tempat itu tetap bertahan masih terus ada. Salah satu faktornya adalah pengalaman para pedagang di sana yang telah puluhan tahun diterjang berbagai kendala, tapi mereka terus mampu beradaptasi dan hidup hingga saat ini.


Pedagang buah di kawasan Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Pedagang buah di kawasan Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Berbagai barang yang dijual di kawasan Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Berbagai barang yang dijual di kawasan Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
transparant.png
bottom of page