top of page

A Step Forward for Indonesian Women

Boedi Oetomo's spirit of change provided momentum for women to participate more in the public sphere.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration of Sriati Mangoenkoesoemo. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

18 Mar 2024
2 menit membaca

A DOZEN women attended the first Boedi Oetomo congress in Yogyakarta on October 3, 1908. Although at that time they didn't have the chance to voice out their opinions, efforts to improve the status of women, especially through education, became one of the proposals of the Batavia branch of Boedi Oetomo.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page