top of page

Aceh Dibantu Turki Menaklukkan Aru dan Johor

Turki memberikan bantuan militer kepada Aceh untuk menaklukkan Aru dan Johor.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Artileri Turki Usmani pada abad ke-16. (Wikimedia Commons).

23 Agu 2020
3 menit membaca

KESULTANAN Aceh dibantu pasukan Turki berhasil mengalahkan Kerajaan Batak pada 1539 dan Kerajaan Aru pada 1540. Pasukan Turki itu diduga tentara bayaran karena diberi imbalan empat kapal lada dan didatangkan oleh para pedagang Turki di Aceh.


Tidak lama kemudian, barangkali masih pada 1540, orang Aceh diusir dari Aru oleh kekuatan gabungan Melayu dari Johor, Riau, Siak, Perak, dan tempat lain di bawah pimpinan sultan Johor, yang mengawini janda dari penguasa Aru yang tewas.


"Dalam pertempuran pada 1540 untuk merebut Aru sebagian besar pasukan elite Turki di pihak Aceh tampaknya dibabat habis," tulis Anthony Reid, sejarawan ahli sejarah Asia Tenggara, dalam Menuju Sejarah Sumatra, Antara Indonesia dan Dunia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page