top of page

Peter Carey: Tak Ada Bantuan Turki untuk Diponegoro

Diponegoro kagum dan terinspirasi Turki Usmani. Belum ada sumber sejarah yang memuat informasi keterlibatan pasukan Turki Usmani dalam Perang Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 17 Apr 2020
  • 3 menit membaca

PANGERAN Diponegoro memiliki beberapa nama dalam hidupnya. Lahir di Keraton Yogyakarta pada 11 November 1785, ia diberi nama Raden Mas Mustahar. Menginjak dewasa, berusia dua puluh tahun, ia menyandang nama Raden Ontowiryo.


Ketika berziarah ke Pantai Selatan, Diponegoro menyandang nama Syekh Ngabdurahim. Berasal dari bahasa Arab, Syekh 'Abd al-Rahim, nama ini mungkin disarankan oleh penasihatnya di bidang agama, barangkali oleh Syekh al-Ansari di Tegalrejo. Diponegoro kemudian mengubah nama Ngabdurahim menjadi Ngabdulkamit.


Menurut sejarawan Peter Carey, penulis biografi Diponegoro, Kuasa Ramalan, perubahan nama dari Ngabdurahim ke Ngabdulkamit mempunyai makna penting. Ngabdulkamit adalah nama yang disandang oleh Diponegoro selama Perang Jawa dan yang disenyawakan dalam gelarnya sebagai raja, yakni Sultan Erucokro.


Diponegoro juga menggunakan nama Ngabdulkamit di Manado. Setelah tiba di pengasingan itu, ia meminta dipanggil hanya dengan nama Pangeran Ngabdulkamit bukan Pangeran Diponegoro, gelar yang diteruskannya kepada putranya yang sulung. Di Makassar, ia juga menggunakan nama Abdulkamit dalam karya-karya tulis keagamaannya.


Nama Ngabdulkamit begitu penting bagi Diponegoro karena nama itu merujuk kepada nama sultan Turki, bangsa yang dikaguminya.


'Abd al-Hamid I, sultan Turki Usmani (bertakhta 1773–1787). (Wikimedia Commons).
'Abd al-Hamid I, sultan Turki Usmani (bertakhta 1773–1787). (Wikimedia Commons).

Menurut sejarawan M.C. Ricklefs, pilihan nama itu mungkin berkaitan dengan 'Abd al-Hamid I, sultan Turki Usmani akhir abad ke-18 (bertakhta 1773–1787), raja Turki pertama yang mengaku memiliki kewenangan sebagai khalifah, pelindung kaum muslim di seluruh dunia.

Diponegoro mengetahui tentang aneka upaya Sultan 'Abd al-Hamid I dalam memperbarui tentara Turki Usmani dan pendakuannya sebagai khalifah dari mereka yang pulang dari naik haji.


"Lagi pula banyak orang Jawa kagum dengan Kemaharajaan Turki Usmani waktu itu sebagai benteng kekuasaan Islam di Timur Tengah dan sebagai pelindung terhadap meluasnya kekuatan Eropa yang Kristen," tulis Peter Carey.


Kekaguman Diponegoro ditunjukkan dengan menyalin sejumlah pangkat dan nama-nama resimen yang digunakan dalam kemiliteran Turki Usmani. Pasukan kawal elitenya yang mengenakan sorban aneka warna dan panji-panji resimen berlambang ular, bulan sabit, dan ayat-ayat Alquran, ditata dalam kompi-kompi dengan nama seperti Bulkio, Turkio, dan Arkio.


Nama resimen itu meniru nama-nama Bölüki (dari bölüki, satu regu), Oturaki, dan resimen kawal para sultan Turki Usmani, Janissar Ardia. Dalam waktu yang sama, panglima tentaranya yang terkemuka, Sentot yang baru berusia 17 tahun, menerima gelar Ali Basah, yang mungkin diambil dari istilah Turki 'Ali Pasha ('al-Basha al-'Ali/Pasha Yang Mulia) atau dari nama Muhammad Ali Pasha, penguasa Mesir, gubernur atau wakil (pasha) terkemuka Kesultanan Turki Usmani awal abad ke-19. Para pangeran dan pejabat tinggi Yogyakarta yang berjuang di pihak Diponegoro juga menggunakan nama dan gelar Turki Usmani, seperti Basah dan Dullah.


"Diponegoro juga menyebut dalam babad karyanya teladan sultan Turki Usmani sebagai penguasa tertinggi di Mekah," tulis Peter Carey. "Panji perang pribadi Diponegoro sendiri pola layar segitiga hijau dengan bulatan matahari di tengah dan panah bersilang mungkin juga diilhami oleh tradisi militer Turki Usmani."


Meskipun mengagumi Turki Usmani, menurut Peter Carey, Diponegoro tidak mendapatkan balabantuan langsung dari Turki Usmani dalam Perang Jawa. "Ketika mengajukan Babad Diponegoro sebagai warisan dunia, kami ditanya apakah pentingnya naskah ini bagi dunia," kata Peter Carey dalam live instagram@historiadotid tentang "Sisi Lain Kehidupan Pangeran Diponegoro" pada Kamis, 16 April 2020, pukul 12.00 WIB.


Untuk menjawab pertanyaan itu, Peter Carey menanyakan kepada koleganya Ismail Hakki Kadi, sejarawan muda Turki dan penulis buku Ottoman–Southeast Asian Relations: Sources from the Ottoman Archives, apakah ada hubungan atau dukungan Turki Usmani kepada Diponegoro dalam Perang Jawa. "Sayangnya, tidak ada. Jika ada akan menguatkan pengusulan Babad Diponegoro sebagai warisan dunia," kata Peter Carey.


Meskipun demikian, pada 21 Juni 2013, UNESCO (organisasi PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya), tetap menetapkan Babad Diponegoro sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World).


“Meski menetapkan busana dan memberikan pangkat Turki Usmani seperti Ali Basah (Pasha Tinggi) buat para panglima tertingginya, Diponegoro bukanlah pembaru Islam," tulis Peter Carey. "Sebaliknya, ia seorang muslim Jawa tradisional yang tidak mengenal pertentangan antara dunia kerohanian Jawa dan keanggotaannya dalam umat internasional yang pusat kerohanian serta budaya politiknya adalah Hejaz (Arab Saudi sekarang ini) dan Turki Usmani."*





Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kesaksian eks tentara Jepang tentang ianfu dan penyesalannya ikut dalam Perang Pasifik. Wawancara dilakukan Koichi Kimura sebelum Mitsuhiro Tanaka meninggal dunia tahun 1991.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
transparant.png
bottom of page