top of page

Dedikasi Peter Carey Meneliti Pangeran Diponegoro

Peter Carey berpetualang dari Amerika menelusuri jejak Pangeran Diponegoro sampai ke tanah Jawa. Dia meniti jalan berliku dan riset penuh perjuangan untuk menemukan takdir sang pangeran.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peter Carey dan karyanya tentang Pangeran Diponegoro.

4 Nov 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

AWALNYA, Peter Carey hendak menjadikan Herman Willem Daendels –gubernur jenderal Hindia Belanda (1808-1811)– sebagai penelitian tesis doktoralnya di Cornell University. Tema itu berubah ketika Peter menyaksikan sketsa dalam bab tulisan sejarawan Belanda terkemuka H.J. de Graaf mengenai Perang Jawa. Sekilas pandang membuat Peter terpana.


“Ada semacam panggilan. Semacam kontak batin,” kata Peter Carey kepada Historia.id saat berbicang di sela-sela peluncuran bukunya, Urip iku Urib: Untaian Persembahan 70 Tahun Profesor Peter Carey di Perpustakaan Nasional, lima tahun silam.


Sketsa menampilkan sesosok pangeran yang menunggang kuda. Di kepalanya melekat surban. Tubuhnya dibalut pakaian perang sabil. Di balik kegagahan sang pangeran, terselip wajah muram sedikit membungkuk. Itulah potret tentang Pangeran Diponegoro dalam sketsa karya Mayor Francois de Stuers.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page