Masa kepemimpinan Sudiro sebagai wali kota Jakarta disebut periode berbenah. Namun, dalam membenahi Jakarta, Sudiro kerap konflik kebijakan dengan pemerintah pusat.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Di kalangan para sejarawan, Onghokham paling populer di tengah publik karena produktif menulis di media massa. Dia menjadi media darling dan tamu langganan kedutaan asing.
Peter Carey berpetualang dari Amerika menelusuri jejak Pangeran Diponegoro sampai ke tanah Jawa. Dia meniti jalan berliku dan riset penuh perjuangan untuk menemukan takdir sang pangeran.
Universitas Flinders, Adelaide, Australia meluncurkan ratusan koleksi digital Anton Lucas yang bisa diakses oleh publik. Dedikasinya sebagai sejarawan dan Indonesianis.
Dia memilih menekuni sejarah Indonesia ketimbang meneruskan studi pertaniannya. Berjasa menyatukan serpihan fragmen revolusi sosial di wilayah pantai utara Jawa Tengah.
Sejarawan Taufik Abdullah memaparkan perjalanan penulisan sejarah di Indonesia. Memandang pidato Hatta lebih bernilai akademis ketimbang pledoi Sukarno.
Sejarawan Belanda Harry A. Poeze kepincut menelusuri riwayat hidup Tan Malaka. Separuh lebih umurnya digunakan untuk meneliti pejuang revolusioner Indonesia itu.