- Randy Wirayudha

- 8 Nov 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 6 Jan
SUDAH lebih dari empat dekade Prof. Asvi Warman Adam menggeluti riset sejarah. Karya-karyanya sering jadi rujukan, terutama jika sudah menyoal isu kontroversial Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S). Seiring masa purna baktinya di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asvi terus mengadvokasi pelurusan isu-isu Tionghoa dalam sejarah Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












