- 13 Apr 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
ADAM Malik bergaul karib dengan Ibrahim “Bram” Tambunan, anak juragan tekstil terkemuka di Batavia Haji Mochamad Jasin Tambunan. Setelah sang ayah wafat pada 1956, Bram meneruskan perusahaan keluarganya. Dari perusahaan keluarga, Bram membesarkan bisnisnya hingga membuka kantor perwakilan di luar negeri. Persahabatannya dengan Adam Malik tetap terjalin walaupun Bram telah menjadi pedagang sukses nan tajir melintir.
Pada dekade 1960-an, Bram kesohor sebagai pengusaha nasional yang rapat dengan Presiden Sukarno. Bram merambah bisnis ekspor-impor dengan mendirikan PT. Sinar Pagi. Dia dijuluki “Si Raja Ban” karena memegang lisensi istimewa untuk mengimpor ban dari Jepang. Sementara itu, Adam Malik menjajal peruntungan di panggung politik hingga menjabat sebagai menteri perdagangan.
Meski menggeluti dunia berbeda, Adam dan Bram setidaknya punya selera seni yang sama. Kolektor seni Ez Halim dalam bukunya Amrus Natalsya: Mutiara dari Bumi Tarung mengulas Adam dan Bram sebagai peminat karya Amrus Natalsya, seniman Lekra yang terkenal dengan ukiran patung kayunya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















