top of page

Akar Sejarah Pohon Natal

Tradisi menghias pohon Natal bermula sejak abad ke-16. Sempat ditolak umat Katolik karena dianggap pohon penyembah berhala Dewa Thor.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Meski tradisi pohon natal sudah eksis sejak abad ke-16, Vatikan baru berkenan memajangnya di Lapangan Santo Peter mulai 1982 (Foto: ajmerdiocese.org/vatican.va)

27 Des 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 6 Jul

BILA Lebaran Idul Fitri identikdengan ornamen ketupat, Hari Raya Natal punya pohon natal.Ornamenyang bertebaran di rumah-rumah, perkantoran hingga pusat-pusat perbelanjaan itu punya sejarah panjang.


Tradisi menghadirkan pohon natal sebagai pelengkap semangat Natal di Nusantara tercatat sudah eksis sejak pertengahan abad ke-19 meski tak semua umat Kristiani memilikinya. Lazimnya, selain para pejabat pemerintah Hindia Belanda yang memilikinya, pohon natal dihadirkan di tempat-tempat tertentu. Salah satunya di Yayasan Djattie, sebagaimana dilaporkan Java Bode edisi 1 Januari 1859.


“Pada Minggu malam ini pohon natal yang didekorasi dengan indahnya, memanjakan mata anak-anak Yayasan Djattie yang lokasinya sementara ini berada di Gang Pecenongan,” tulis Java Bode.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page