top of page

Masuknya Kristen di Indonesia

Pencarian rempah-rempah beriringan jalan dengan keinginan menyebarkan agama Kristen. Dikenallah istilah gold, glory, dan gospel.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Franciscus Xaverius, pastor dari Spanyol pelopor penyebaran Katolik di Indonesia, mengunjungi Kesultanan Ternate tahun 1579. (Wikimedia Commons).

25 Des 2017
5 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

APRIL 1511. Setelah membaca surat dari Rui de Araujo, satu dari 19 orang Portugis yang ditahan di Malaka, Alfonso de Albuquerque, gubernur Portugis kedua di India, mengumpulkan pasukan dalam jumlah besar dan berlayar dengan belasan kapal menuju Malaka. Dalam waktu singkat, dia berhasil menaklukkan Malaka, pelabuhan perdagangan penting kala itu.


Dari Malaka, Albuquerque mengirim ekspedisi ke kepulauan rempah-rempah. Mereka tiba di Banda, menuju Maluku, dan akhirnya Ternate. Di Ternate, Portugis mendapat izin membangun benteng. Di Maluku, Portugis memantapkan kedudukan sekaligus menyebarkan agama Katolik. Sekelompok pendeta Katolik yang datang bersama Antonio Galvao, kemudian jadi pemimpin Portugis di Maluku, memulai kerja misionaris mereka.


Setelah menguasai Malaka, Portugis bisa memonopoli perdagangan dan menyebarkan agama Katolik secara lebih teratur di wilayah timur: Ambon dan Halmahera, Ternate dan Tidore. Salah satu zandeling Katolik di kawasan itu adalah Franciscus Xaverius dari Ordo Yesuit, pastor dari Spanyol yang datang dengan kapal dagang Portugis –kelak dianggap sebagai pelopor penyebaran Katolik di Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page