top of page

Alex Kawilarang Kena Prank

Seorang ajudan mengerjai komandannya di tengah perjuangan gerilya. Sebuah insiden yang memotret soliditas perwira dengan anak buah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letkol Alexander Evert Kawilarang, panglima Sub Teritorium VII Sumatra Utara (1948-1950). (Dok. Keluarga Alex Kawilarang).

25 Agu 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 23 Feb

ATAS kasus yang sedang heboh belakangan ini, muncul fenomena pengacara dikibuli kliennya. Kena prank, begitu istilah kerennya zaman sekarang. Pada masa perang kemerdekaan dulu, seorang komandan tentara juga pernah mengalami hal serupa. Peristiwa unik ini terjadi kepada Letkol Alex Evert Kawilarang, panglima Sub Teritorium VII Sumatra Utara. Ia kena prank oleh ajudannya sendiri.


Suatu hari di bulan Januari 1949. Kawilarang berkunjung ke wilayah Sektor IV di Sibolga, Tapanuli Tengah. Komando gerilya di sana dipimpin oleh Mayor Maraden Panggabean yang bermarkas di Rappa. Panggabean membuat semacam bunker sebagai tempat persembunyian pasukannya. Mereka menyebut bunker itu “Raum” (kantong gerilya) A.   

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page