top of page

An Unimaginable Terror in the East

The memories are still fresh on people's minds how Westerling's atrocity caused so many deaths and sufferings in South Sulawesi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Monument commemorating the 40,000 victims of the massacres in South Sulawesi, in Kampung Kalukuang, Jalan Langgau, Makassar, South Sulawesi. (Eko Rusdianto/Historia.ID).

18 Sep 2023
9 menit membaca

TUESDAY, January 28, 1947, when the sun had risen above the horizon, many people had gathered in a field in Suppa, South Sulawesi. A barrage of gunshots blasted, and hundreds of people fell to the ground. Their lifeless bodies were then thrown into and buried in three large pits.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page