top of page

Awal Mula Meterai di Indonesia

Bea meterai pertama kali diberlakukan Belanda sebagai upaya untuk mengisi kas negara yang menipis imbas invasi Spanyol. VOC kemudian memberlakukan bea meterai di Hindia Timur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Meterai dagang yang pernah berlaku di Indonesia. (Belasting & Douane Museum/bdmuseum.nl).

12 Sep 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 1 Feb

METERAI elektronik atau e-meterai sempat ramai disorot masyarakat seiring dibukanya pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa waktu lalu. Tak sedikit yang mengeluh proses pendaftaran CPNS terkendala karena sulitnya akses mendapatkan e-meterai. Kelangkaan kuota e-meterai terjadi karena para pendaftar CPNS diwajibkan untuk membubuhkan meterai elektronik pada dokumen persyaratan.


Kewajiban untuk membubuhkan e-meterai pada surat lamaran dan surat pernyataan diri ini pula yang menyebabkan para pendaftar CPNS ramai-ramai mengakses portal pembelian meterai elektronik milik Perum Peruri. Banyaknya orang yang mengakses portal pembelian materai elektronik ini sempat membuat portal tersebut tak dapat diakses. Kendala e-meterai mendorong Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk memperpanjang masa pendaftaran seleksi CPNS. Mulanya, pendaftaran CPNS berlangsung hingga 6 September 2024, kemudian diperpanjang hingga 10 September 2024.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page