top of page

Baku Pukul di Penjara Digoel

Kesengsaraan di pengasingan Boven Digoel menyulut perkelahian sesama orang pergerakan hingga memakan korban jiwa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bung Hatta bersama para penghuni kamp pengasingan di Boven Digoel, 1935. (Repro Memoir Bung Hatta).

22 Agu 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

DUA narapidana yang kasusnya pernah bikin geger publik berduel di Lapas Gunung Sindur. Mereka adalah Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang terpidana hukuman mati kasus mutilasi berantai, dengan Habib Bahar bin Smith, ulama Front Pembela Islam terpidana kasus penganiayaan sopir taksi. Cekcok diantara keduanya dipicu perkara utang-piutang. Akibatnya, Bahar Smith menghajar Ryan Jombang sampai babak belur. Meski terjadi penganiayaan, Ryan Jombang dan Habib Bahar dikabarkan telah berdamai.


Perkelahian di penjara memang acap terjadi. Kehidupan penjara yang keras kerap menyulut perselisihan di antara para penghuni penjara. Tidak hanya penjara yang menghukum pelaku kriminal, fenomena seperti itupun berlaku pula di penjara pengasingan kaum pergerakan. Tempat pembuangan yang bertempat di pedalaman Papua itu dikenal dengan nama Kamp Interniran Boven Digoel atau Tanah Merah. Inilah penjara yang dibuat pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk membungkam gerakan orang-orang bumiputra sejak akhir 1920-an hingga 1943.


Di Digoel, orang-orang pergerakan yang diasingkan dibikin merana. Tidak hanya raga, jiwa para penghuni kamp ikut dipasung sebab tempat ini terisolasi dari dunia luar. Bentang alamnya yang penuh rawa dan belantara jadi sarang penyakit malaria. Jatah ransum bagi para Digoelis ini terbatas sedangkan kandungan gizinya jauh dari cukup. Mereka yang tidak kuat mental tinggal di sana akan mengalami depresi bahkan menjadi gila. Kondisi hidup yang sengsara turut mempengaruhi hubungan antar Digoelis yang menghuni kamp pengasingan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
transparant.png
bottom of page