top of page

Digoelis Menanti Kapal Putih

Kapal yang membawa "peradaban" ke pembuangan Boven Digoel. Dinanti kaum buangan maupun aparat kolonial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapal "Putih" Fomalhaut. (Repro Lima Belas Tahun Digul).

1 Apr 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

DI BOVEN Digoel, salah satu hal yang bisa memecah kesunyian hutan belantara ialah bunyi sebuah suling kapal. Kapal itu begitu dinantikan oleh semua orang di Digoel baik kaum buangan mapun aparat militer dan sipil pemerintah kolonial. Kapal putih sang pembawa peradaban.


Kapal ini sebenarnya bernama Fomalhout. Disebut kapal putih karena memang berwarna putih. Kapal ini satu-satunya penghubung Boven Digoel dengan dunia luar. Selain itu, kapal ini juga membawa tahanan baru dan membawa keluar tahanan yang dibebaskan dari Digoel. Kapal putih datang ke Digoel kira-kita delapan sampai 12 kali dalam satu tahun.


Menurut Chalid Salim dalam Lima Belas Tahun Digul, jauh sebelum kapal putih tiba, kedatangannya sudah bisa diterka oleh mereka yang memiliki pendengaran tajam. “Mereka mendengar desah air sepanjang tepi sungai yang menuju ke utara. Apabila kemudian di kejauhan terdengar bunyi suling kapal, maka melonjaklah kami karena kegirangan!” ungkap Chalid Salim, adik Haji Agus Salim.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
Dalam menghadapi wabah, selain memanjatkan doa, para ulama dulu juga menyarankan agar berusaha mencari ketenangan, mengisolasi diri, dan menjaga imunitas.
Dalam menghadapi wabah, selain memanjatkan doa, para ulama dulu juga menyarankan agar berusaha mencari ketenangan, mengisolasi diri, dan menjaga imunitas.
SUMPAH, tidak ada hubungannya antara ‘bebek’ dengan ‘kartu-truf’. Kendati begitu, apa boleh buat, sudah suratan rupanya, bahwa di Amerika...
SUMPAH, tidak ada hubungannya antara ‘bebek’ dengan ‘kartu-truf’. Kendati begitu, apa boleh buat, sudah suratan rupanya, bahwa di Amerika...
Keberagaman bisa menjadi berkah atau musibah.
Keberagaman bisa menjadi berkah atau musibah.
Bisnis makanan cepat saji kuno ditemukan di Pompeii. Situs ini sudah ada sejak dua ribu tahun lalu.
Bisnis makanan cepat saji kuno ditemukan di Pompeii. Situs ini sudah ada sejak dua ribu tahun lalu.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
transparant.png
bottom of page