- 19 Apr 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 4 Jun
HEMBUSAN angin menambah kenyamanan di Pendopo Ageng, Pura Mangkunegaran siang (18 Maret 2019) itu. Tingginya langit-langit dan luasnya bangunan membuat terik kota Solo tak masuk ke dalamnya.
Kendati berasitektur Jawa, banyak ornamen di Pendopo Ageng merupakan ornamen khas Eropa. Selain patung singa berwarna emas yang didatangkan dari Jerman, ada sederetan lampu gantung antik. “Ini dulunya belum pakai listrik,” kata Doni Irawan, tour guide, kepada Historia.
Pendopo Ageng dan isinya menambah panjang deretan benda bersejarah yang mengiringi perjalanan sejarah Mangkunegaran sejak didirikan oleh RM Said pada abad ke-18. Seiring perjalanan waktu, kerajaan berstatus kadipaten itu terus berkembang. Perkembangan penting berlangsung sejak modernisasi ekonomi digulirkan Mangkunegara IV.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















