top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Beda Cara Polisi Dulu dan Sekarang dalam Berpolitik

Dulu, polisi berpolitik secara terang-terangan sampai ikut Pemilu 1955. Punya dua wakil di DPR dan tiga di Konstituante.

1 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Konvoi polisi pada dekade 1970-an. (Repro Sekilas Lintas Kepolisian Republik Indonesia).

  • 2 Des 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 4 Jan

BELAKANGAN ini, isu “partai coklat” ramai diperbincangkan. Kemunculannya seiring dengan pemilihan kepala daerah 2024 yang telah dilangsungkan beberapa hari lalu. Sejumlah politisi yang “melahirkan” istilah tersebut. Bagi mereka, apa yang dimaksud partai coklat adalah keterlibatan oknum polisi dalam pemilu sekarang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen menyebarkan Kristen menggunakan wayang. Dia melakukan akulturasi ajaran Kristen dengan budaya Jawa sehingga berbeda dengan Kristen Belanda.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page