top of page

Bertempur dengan Isi Kepala dan Bergerak dengan Madilog

“Madilog” karya Tan Malaka tidak hanya menularkan cara berpikir dan paradigma dalam melihat realitas tapi juga bergerak menjemput perubahan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Diskusi publik “Mengenal Sosok Tan Malaka dari Pisau Analisa Materialisme, Dialektika, dan Logika” di Unisma Bekasi (Randy Wirayudha/Historia.ID)

25 Feb 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

TAN MALAKA mewariskan Madilog yang ditulis pada 1943 dan dianggap magnum opus dari sekian karyanya. Gagasan materialisme, dialektika, dan logika yang jadi akronim karyanya itu masih dipelajari, dibaca, dan bahkan jadi inspirasi generasi muda sampai sekarang. 


Menurut co-founder Malaka Project, Cania Citta, Ir. Sukarno dan beberapa pendiri bangsa lainnya mewariskan gagasan dan nilai-nilai lain yang akhirnya turut membentuk wajah dari bangsa Indonesia. Sementara, Tan Malaka tak hanya memberikan gagasan-gagasan tapi juga cara berpikir untuk mengeluarkan ide-ide lain sekaligus jadi inspirasi untuk bergerak dalam setiap sendi kehidupan bernegara dan bermasyarakat. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page