- 13 Feb 2024
- 7 menit membaca
Diperbarui: 2 Jul
AWAL Juli 1959, penduduk Kepulauan Alor geger setelah munculnya kawanan manusia ajaib: tinggi rata-rata 1,8 meter, berkulit merah, berpakaian biru tua lengan panjang, dengan tangan menggenggam tongkat dari logam. Di Pulau Pantar, enam manusia ajaib itu bahkan memeriksa rumah-rumah penduduk yang ketakutan dan menculik seorang anak berusia enam tahun. Anak itu berhasil ditemukan tapi tak bisa mengingat apapun yang terjadi.
Kesatuan polisi di bawah Komandan Polisi Alwi Alhadad pun bergerak. Mereka bertugas menangkap orang-orang tersebut di tempat mereka biasa muncul, yakni di hutan sebelah timur Kalabahi. Pada tepat tengah malam, kawanan manusia ajaib itu muncul. Polisi yang panik mulai menembak. Ketika situasi mereda mereka dibuat keheranan. Tak ada sesosok jenazah, bahkan setetes darah pun yang tercecer; hanya pohon-pohon yang berlubang.
Tak lama setelah peristiwa penyergapan tersebut, penduduk Kepulauan Alor melihat sebuah benda berwarna putih bergemerlapan terbang dengan cepat dari arah barat ke timur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















