Diperbarui: 2 hari yang lalu
LANGIT di atas Bogor berwarna biru cerah pagi itu. Bayangan bulan separuh terlukis sebagai sisa-sisa malam yang tertinggal. Di mulut Jalan Suryakancana, persis dekat Vihara Dhanagun, orang-orang berpakaian merah berkumpul. Dari menit ke menit, jam ke jam, jumlahnya semakin bertambah hingga puncaknya mencapai 40-an orang.
“Ayo kawan-kawan, ibu-ibu-bapak-bapak, jam 9 teng kita akan langsung berangkat ya,” ujar Ramadhian Fadillah (36), seorang lelaki berkacamata.
Iyan (panggilan akrab Ramadhian Fadillah) merupakan salah satu pemandu dari Bogor Historical Walk (BHW). Itu adalah nama sebuah komunitas non profit yang memiliki misi mengenalkan sejarah dan keanekaragaman budaya di Kota Bogor. Didirikan pada 2019, BHW pada awalnya hanya kumpulan anak-anak muda yang memiliki minat yang sama: mempelajari sejarah Bogor.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












