Diperbarui: 14 Sep
23 DESEMBER, sebuah kudeta terjadi di Bogor. Pejabat pemerintah dan militer setempat disandera. Sebuah pemerintahan baru dibentuk dan nyaris diakui pemerintah pusat. Namun, kudeta atau daulat itu hanya bertahan dua hari.
Aksi itu dipimpin oleh Ki Narija. Tak banyak catatan mengenai dirinya. Menurut Edi Sudrajat dalam Bogor Masa Revolusi 1945–1950 Jilid I, sejak lama Ki Narija terkenal sebagai kiai “ahli hikmah”, yang biasa mengajarkan doa-doa tertentu (amalan-amalan) dan latihan batin agar orang berani berkelahi dan kebal bacok.
Ki Narija juga dikenal sebagai “bapak rakyat” yang memiliki pengaruh di Dramaga dan Ciomas, dua daerah yang masuk wilayah Keresidenan Bogor. Pada awal kemerdekaan, dia mendirikan Laskar Hitam yang beranggotakan lebih dari 5.000 orang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















