top of page

Bumi Manusia Dilarang Kejaksaan, Dikagumi Ibu Tien

Dilarang kejaksaan dengan alasan mengandung Marxisme-Leninisme, Bumi Manusia justru dikagumi istri kepala negara.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 15 Agu 2019
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 28 Agu 2025

FILM Bumi Manusia yang ramai diperbincangkan sejak beberapa pekan terakhir, Kamis (15/8/19) ini mulai ditayangkan di bioskop. Film produksi Falcon Pictures itu diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan dan mantan pengasuh rubrik “Lentera” di harian Bintang Timoer, dengan judul sama.


“Film ini bercerita tentang kata ‘modern’ pertama kali keluar di Hindia Belanda. Itu sangat relate dengan kaum milenial karena kata-kata ‘milenial’ sendiri baru keluar belakangan ini. Kegalauan Minke sama halnya dengan kegalauan anak-anak muda saat ini,” kata Hanung Bramantyo, sutradara film, kepada Historia di sela gala premier selebritas Bumi Manusia di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin (12/9/19) malam.


Bumi Manusia merupakan satu dari empat novel tetralogi Buru milik Pram, sapaan akrab Pramoedya. Novel-novel itu ditulis Pram tak lama setelah ia dibebaskan dari Pulau Buru pada 1979.


Adalah Hasjim Rahman, mantan bos harian Bintang Timur, dan Joesoef Isak, mantan pemred Merdeka dan sekjen Persatuan Wartawan Asia-Afrika, yang mengotaki penerbitan karya Pram itu. Tak lama setelah bebas dari Pulau Buru, juga pada 1979, Hasjim mengajak Joesoef bekerjasama dengan Pram untuk membuat penerbit. Joesoef sepakat. Penerbit Hasta Mitra pun berdiri di rumah Joesoef di Duren Tiga, tak jauh dari TMP Kalibata.


Hasjim dan Joesoef sepakat buku pertama yang akan diterbitkan Hasta Mitra adalah Bumi Manusia. Hasjim menangani pendanaannya. “Dia jual rumahnya di Talangbetutu untuk menerbitkan buku Bumi Manusia,” kata Asni Joesoef Isak, istri Joesoef, kepada Historia enam tahun silam.


Kesepakatan itu membuat Pram berkejaran dengan waktu. Setelah mengumpulkan seluruh catatan yang berhasil diselamatkannya dari Pulau Buru, dia langsung mengolahnya. Tiga bulan kemudian, naskah novel itu selesai. Joesoef mengambilalih untuk proses editing. Pada Oktober 1980, Bumi Manusia pun terbit.


Respon masyarakat terhadap Bumi Manusia amat baik. Dalam waktu singkat, novel itu mengalami tiga kali cetak ulang.


Namun, cap “mantan tapol” yang menempel pada orang-orang di balik terbitnya novel itu membuat pemerintahan Orde Baru yang fobia komunis menjadi lebih waspada. Organisasi-organisasi bentukan atau yang mendukung pemerintah pun mulai menggelar diskusi-diskusi yang mengecam karya tersebut dan menjadi pemberitaan media massa.


Akibatnya, setelah sekuel kedua Anak Semua Bangsa terbit pada awal 1981, Joesoef dan Hasjim rutin dipanggil ke Kejaksaan Agung (Kejakgung). Pada Mei tahun yang sama, Kejakgung melarang kedua novel tersebut dengan dalih mengandung ajaran Marxisme-Leninisme. Empat bulan kemudian, Joesoef kembali merasakan dinginnya dinding penjara selama enam bulan.


Namun, pemerintah seperti bermuka dua terkait pelarangan kedua novel itu. Di permukaan, pengawasan begitu ketat bahkan diikuti penangkapan terhadap siapapun yang kedapatan menyebarluaskan, sementara di dalam banyak aparat membiarkan peredaran novel yang mendapat banyak pujian dari masyarakat itu. Joesoef tahu betul itu. Saat diinterogasi aparat kejaksaan, si interogator diam-diam meminta satu kopi novel itu kepadanya.


Di level lebih tinggi, Wakil Presiden Adam Malik, rekan lama Joesoef, sangat mengapresiasi tinggi novel-novel Pram itu. Saking sukanya, Adam bahkan menganjurkan tiap anak Indonesia membacanya.


Adam juga memberikan satu kopi Bumi Manusia kepada Ibu Tien Soeharto. Menurut Adam kepada Joesoef kemudian, Ibu Tien sangat menyukainya. “Bagus sekali ceritanya,” kata Joesoef menirukan omongan Ibu Tien yang disampaikan Adam. “Dia sangat suka,” kata Joesoef, menirukan Adam, kepada Historia sekira setahun sebelum wafat.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
transparant.png
bottom of page