- 15 Agu 2019
- 2 menit membaca
Diperbarui: 8 Jul
FILM Bumi Manusia yang ramai diperbincangkan sejak beberapa pekan terakhir, Kamis (15/8/19) ini mulai ditayangkan di bioskop. Film produksi Falcon Pictures itu diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan dan mantan pengasuh rubrik “Lentera” di harian Bintang Timoer, dengan judul sama.
“Film ini bercerita tentang kata ‘modern’ pertama kali keluar di Hindia Belanda. Itu sangat relate dengan kaum milenial karena kata-kata ‘milenial’ sendiri baru keluar belakangan ini. Kegalauan Minke sama halnya dengan kegalauan anak-anak muda saat ini,” kata Hanung Bramantyo, sutradara film, kepada Historia di sela gala premier selebritas Bumi Manusia di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin (12/9/19) malam.
Bumi Manusia merupakan satu dari empat novel tetralogi Buru milik Pram, sapaan akrab Pramoedya. Novel-novel itu ditulis Pram tak lama setelah ia dibebaskan dari Pulau Buru pada 1979.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















