top of page

Melawan Orba dari Duren Tiga

Dari sebuah penerbit, Hasta Mitra yang menerbitkan novel-novel Pramoedya Ananta Toer, jadi penentang paling konsisten terhadap rezim Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ruang redaksi penerbit Hasta Mitra. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

  • 22 Sep 2023
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 18 Apr

HARI masih pagi. Hujan baru saja mengguyur Jalan Duren Tiga Selatan. Lalu lintas belum begitu ramai. Suasana di sebuah rumah lawas bernomor 36 juga terasa sepi. Dua tukang bangunan sibuk merenovasi ruang tamu. Seorang pembantu sibuk di dapur. 


Asni Joesoef Isak, pemilik rumah, dan anaknya, Desantara Joesoef, kemudian keluar menuju ruang tengah. Asni membeli rumah ini dari penduduk setempat pada 1976. Bangunannya masih setengah jadi. Namun dia butuh tempat tinggal. Rumahnya di Jalan Sisingamangaraja diambil paksa tentara. Dia pun membeli rumah itu. “Harga rumah ini tujuh juta kalau nggak salah,” ujarnya. 


Dengan bantuan kakak iparnya, Asni melanjutkan pembangunan rumah itu. Beberapa material yang bisa diambil dari rumah di Sisingamangaraja dipakai. Terutama teralis besi di jendela ruang makan. “Saya sayang betul karena si bapak yang desain,” ujar Asni. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
An Italian general and national hero was commanding his ship when the Aceh War broke out. Alas, in the waters off Aceh, he contracted cholera and met his demise.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.
bg-gray.jpg
Ketimbang D.N. Aidit atau Adam Malik, A.K. Jusuf pernah dianggap murid terpandai oleh Sutan Sjahrir. Riwayat pemuda impulsif itu berujung tragis pasca menculik sang mentor.
bg-gray.jpg
Saksi bisu perlawanan dari zaman ke zaman. Tempat singgah bagi aktivis.
Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, lebih mengenal karya-karyanya ketimbang namanya.
Masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, lebih mengenal karya-karyanya ketimbang namanya.
Ketika sosok Bung Karno hidup kembali dalam sesi foto virtual. Salah satu cara insan industri kreatif untuk tetap berkarya saat pendemi.
Ketika sosok Bung Karno hidup kembali dalam sesi foto virtual. Salah satu cara insan industri kreatif untuk tetap berkarya saat pendemi.
Rambut gimbal awalnya terkait spiritualitas. Lalu jadi simbol pemberontakan dan antikemapanan, sebelum jadi sekadar tren fesyen.
Rambut gimbal awalnya terkait spiritualitas. Lalu jadi simbol pemberontakan dan antikemapanan, sebelum jadi sekadar tren fesyen.
Kisah gubernur pertama Sumatera yang mengemban jabatan bukan karena kemauannya sendiri.
Kisah gubernur pertama Sumatera yang mengemban jabatan bukan karena kemauannya sendiri.
Berawal dari tim buruh pabrik, kini Bayer Leverkusen kembali di ambang torehan “treble”. Sempat diejek dengan julukan “Neverkusen”.
Berawal dari tim buruh pabrik, kini Bayer Leverkusen kembali di ambang torehan “treble”. Sempat diejek dengan julukan “Neverkusen”.
Kurangnya koordinasi dan adanya miskomunikasi bikin aksi massa pertama para pemuda gagal. Ada yang ditangkap massa.
Kurangnya koordinasi dan adanya miskomunikasi bikin aksi massa pertama para pemuda gagal. Ada yang ditangkap massa.
transparant.png
bottom of page