top of page

Buya Hamka dan Musik

Buya Hamka berpendapat bahwa semata-mata nyanyian pada pokoknya tidaklah haram.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Buya Hamka. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

12 Mei 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

BUYA Hamka bukan ulama biasa. Ia juga seorang sastrawan. Karya romannya yang terkenal dan melambungkan namanya adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka’bah yang terbit tahun 1938. 


Setelah membaca karya tersebut, masyarakat muslim pada saat itu ribut bukan main. Mereka menganggap seorang ulama tak pantas menulis roman percintaan. Bahkan, Hamka disebut kiai cabul. 


“Ada yang mengatakan saya kiai roman. Bahkan ada yang mengatakan saya kiai cabul,” kata Hamka dalam Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page